Ajeg Bali

Karangasem Tidak Anggarkan Bantuan Ogoh-ogoh

 Rabu, 21 Februari 2024 | Dibaca: 247 Pengunjung

Foto: Salah satu proses pembuatan ogoh-ogoh di Karangasem

www.mediabali.id, Karangasem. 

Kreatifitas Pemuda untuk menciptakan seni lewat karya Ogoh-ogoh kurang mendapat perhatian dari Pemkab Karangasem. Pasalnya, Pemkab Karangasem tidak menganggarkan secara khusus bantuan untuk pembuatan ogoh-ogoh kepada STT atau perkumpulan Pemuda. Begitu juga dengan lomba, Pemkab Karangasem juga tidak menganggarkan Lomba Ogoh-ogoh tahun 2024.

Terkait kondisi itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem Putu Eddy Surya Artha membenarkan tidak menganggarkan secara khusus bantuan Ogoh-ogoh. Juga tidak menganggarkan lomba karena dari Perintah Provinsi Bali juga tidak mengadakan. "Kita samakan dengan Provinsi, tidak mengadakan lomba, " Ujar Putu Eddy Surya saat dikonfirmasi, Selasa (20/2).

Di sisi lain, pihaknya tidak melarang jika ada Kelompok Pemuda atau STT membuat Ogoh-ogoh untuk dipakai di malam pengerupukan. Menurutnya itu bagian dari tradisi di wewidangan masing-masing. Kenapa tidak diberikan bantuan seperti di Kabupaten Badung setiap STT yang buat Ogoh-ogoh dibantu 20 juta? Pihaknya menyampaikan semuanya tidak sama. Selain efesiensi anggaran, pihaknya menyampaikan bantuan khusus STT sudah diberikan lewat BKK yang disalurkan ke Banjar Adat. "Kalau tidak salah, sudah dianggarkan 10 persen dari BKK yang diberikan ke Banjar Adat" Terangnya. Dana tersebut jika ditotal sekitar 3 juta rupiah per STT. Uang tersebut kalau sudah cair bisa digunakan untuk biaya kegiatan STT seperti acara HUT STT atau biaya pembuatan ogoh-ogoh sesuai dengan proposal yang diajukan dari Banjar Adatnya. "Kita usahakan agar BKK Banjar Adat bisa cair bulan Maret, sehingga nanti itu bisa dipakai biaya buat ogoh-ogoh, " Pungkasnya.

Sementara itu, Ketua STT Sinar Mitra Muda Banjar Kihkian, Desa Abang, Kadek Ogie Surya Martha menjelaskan bahwa biaya pembuatan ogoh-ogoh di banjarnya dilakukan dengan cara mencari donatur. Pihaknya mengaku membuat ogoh-ogoh menghabiskan biaya sekitar 5 juta rupiah. "Cari donatur masih kurang, masih Saya yang talangi dulu, " Terangnya. Sementara bantuan pemerintah masih belum ada karena Dana BKK Banjar Adat masih belum cair. Pihaknya berharap agar sebelum Nyepi bisa realisasi agar bisa melunasi talangan yg dikeluarkan dari dana pribadi. "Kalau bisa cepat dicairkan (Dana BKK) dipakai melunasi kekurangan biaya pembuatan Ogoh-ogoh yang sekarang, " Tutupnya. Str


TAGS :