Lingkungan

Pemadaman Bergilir Hantui Nusa Penida, Wayan Baru Minta PLN Lebih Tanggap Perkembangan Pariwisata

 Sabtu, 04 Mei 2024 | Dibaca: 1826 Pengunjung

www.mediabali.id, Klungkung. 

Masyarakat Nusa Penida kini harus menghadapi ancaman pemadaman bergilir yang terjadi pada listrik distribusi PLN. Tidak hanya sebentar, ancaman pemadaman listrik berjam-jam ini sudah terjadi semingguan dan belum bisa teratasi. Wakil Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru meminta kepada pihak PLN lebih siap dalam memberikan layanan kepada masyarakat apalagi dengan semakin berkembangnya pariwisata Nusa Penida.

Pemadaman bergilir yang dilaksanakan PLN untuk menindaklanjuti perbaikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang ada di Desa Kutampi, Nusa Penida. Akibat hal tersebut pemadaman dilakukan sejak tanggal 29 April 2024. Pemadaman dilakukan pada waktu beban puncak yakni pada pukul 17.30-20.30.

Pemadaman bergilir ini diketahui terjadi di Dusun Waru, Baledan, Tiagan, Batumadeg dan Bungamekar. Pemadaman bergilir ini tentu saja membawa dampak negatif terhadap pariwisata di Nusa Penida. Sejumlah dusun tersebut terbangun sejumlah akomodasi pariwisata baik itu hotel atau pun restoran. Akibatnya, layanan kepada wisatawan menjadi terganggu.

Wayan Baru mengungkapkan, sejumlah barang elektronik juga berdampak seperti mesin pendingin yang digunakan untuk menyimpan stok bahan makanan juga mati. "Kalau terus hidup mati seperti ini barang elektronik juga bakalan cepat rusak," sebut Wayan Baru, Sabtu (4/5/2024).

Pihaknya berharap kepada PLN agar lebih tanggap terhadap penyediaan listrik di Nusa Penida. Jangan sampai hanya beralasan defisit listrik namun tidak ada solusi yang diberikan. "Kejadian seperti ini sudah sering terjadi, seperti kerusakan mesin PLTD seharusnya itu sudah diantisipasi terlebih dahulu. Jangan sampai terjadi pemadaman bergilir dalam waktu lama," tutur Wayan Baru.

Sementara itu Manajer ULP PLN Klungkung I Gede Suwendra mengungkapkan terjadi gangguan dari sisi pembangkit sehingga menyebabkan terjadi pemadaman listrik di wilayah pelanggan. Untuk itu pihaknya meminta maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanannya. "Mohon maaf ada gangguan dari sisi pembangkit, saat ini sudah tahap recovery untuk penormalan secara bertahap," Pungkasnya, Sabtu (4/5/2024). 007
 


TAGS :