Sosial

Wujudkan Komunitas Siaga Tsunami, Wawali Arya Wibawa Buka Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami 2025 di Sanur Kauh

 Selasa, 07 Oktober 2025 | Dibaca: 1889 Pengunjung

www.mediabali.id, Denpasar. 

Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana alam, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa secara resmi membuka kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) 2025 di Muntig Siokan, Pantai Mertasari, Desa Sanur Kauh, Selasa (7/10/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi Pemerintah Kota Denpasar, BMKG, dan Stasiun Geofisika Denpasar dalam rangka mewujudkan komunitas siaga tsunami (tsunami ready community) di kawasan pesisir Sanur. Turut hadir dalam kesempatan ini Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryono secara daring, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali Dr. I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, Ketua Kelompok Kerja Informasi Dini Gempabumi dan Tsunami Dwi Hartanto, Kepala Stasiun Geofisika Denpasar Rully Oktaviana Hermawan, Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar Drs. Ida Bagus Joni Arimbawa, serta unsur terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Wawali Arya Wibawa menyampaikan bahwa Bali, termasuk Kota Denpasar, selain dianugerahi alam yang indah dan menjadi tujuan wisata dunia, juga menyimpan potensi bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami. Potensi ini, kata dia, tidak perlu disikapi dengan ketakutan berlebihan, tetapi justru harus menjadi pemicu untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

“Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami ini merupakan salah satu langkah penting dalam mengurangi dampak bencana. Melalui latihan kesiapsiagaan, pemerintah dan masyarakat akan lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya gempa bumi dan tsunami,” ujarnya.

Arya Wibawa juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan BMKG kepada masyarakat Kota Denpasar. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi kebencanaan yang sangat bermanfaat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di desa-desa pesisir lainnya di Denpasar. Masyarakat Sanur Kauh diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan demi terwujudnya komunitas siaga tsunami,” tambahnya.

Ia juga berpesan kepada peserta agar serius mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan menyebarkan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga serta lingkungan sekitar. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi gempa bumi dan tsunami.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Denpasar Rully Oktaviana Hermawan dalam laporannya menjelaskan bahwa Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami merupakan program yang telah dijalankan BMKG sejak tahun 2015.007


TAGS :