Peristiwa

WNA Asal Denmark Meninggal Usai Snorkeling di Nusa Penida, Polisi Bergerak Cepat Tangani Kejadian

 Rabu, 01 Juli 2026 | Dibaca: 1547 Pengunjung

www.mediabali.id, Klungkung. 

Seorang warga negara asing (WNA) asal Denmark meninggal dunia setelah sempat mengeluhkan sesak napas usai melakukan aktivitas snorkeling di perairan Nusa Penida. Peristiwa tersebut terjadi di Samah Nusa Lembongan Villa, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Senin (29/6/2026) sekitar pukul 11.30 Wita.

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Nusa Penida langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal. Petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan tim medis guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur.

Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, S.H., mengatakan setiap laporan yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat maupun wisatawan akan ditangani secara cepat, profesional, dan humanis.

"Kami langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan, berkoordinasi dengan tenaga medis, serta memberikan pelayanan terbaik kepada pihak keluarga maupun pihak terkait," ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya mengikuti aktivitas snorkeling di perairan Nusa Penida. Setelah kembali ke penginapan, korban mengeluhkan sesak napas dan kondisi tubuhnya terasa tidak nyaman.

Tak lama berselang, korban ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Rekan korban bersama petugas segera memberikan pertolongan pertama sebelum mengevakuasi korban ke East Medical.

Namun, setibanya di fasilitas kesehatan tersebut, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan awal dari tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal akibat serangan jantung, meskipun penyebab pasti kematian masih menunggu kepastian medis.

Selanjutnya, jenazah korban diberangkatkan ke Rumah Sakit Bali Mandara untuk penanganan lebih lanjut. Pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan autopsi.

Kapolsek menegaskan, penanganan cepat yang dilakukan merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman serta pelayanan maksimal kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke wilayah Nusa Penida.

"Dengan penanganan yang cepat dan koordinasi yang baik, seluruh proses dapat berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur. Kami juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban," tutupnya.007


TAGS :