Politik
Wayan Baru Dukung Gagasan Pak De Gadjah, Pariwisata Toleransi Jadi Kekuatan Baru Bali
Senin, 14 September 2026 | Dibaca: 1692 Pengunjung
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Klungkung sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Klungkung, I Wayan Baru, menyatakan dukungannya terhadap gagasan Ketua DPD Partai Gerindra Bali Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa Pak De Gadjah untuk menjadikan “pariwisata toleransi” sebagai salah satu kekuatan baru Bali.
Menurut Wayan Baru, gagasan tersebut sangat relevan dengan karakter Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia yang sejak lama dikenal tidak hanya karena keindahan alam dan kekayaan budayanya, tetapi juga keramahan serta kehidupan masyarakat yang mampu berdampingan di tengah berbagai perbedaan.
“Gagasan Pak De Gadjah tentang pariwisata toleransi sangat bagus. Bali bukan hanya memiliki alam dan budaya yang luar biasa, tetapi juga kehidupan masyarakat yang menjunjung persaudaraan dan saling menghormati. Ini adalah kekuatan Bali yang harus terus kita jaga,” ujar Wayan Baru.
Sebelumnya, Pak De Gadjah mendorong penguatan konsep pariwisata toleransi saat menjadi pembicara dalam Diskusi Publik bertema “Bali di Persimpangan Sosial dan Budaya” di Denpasar, Sabtu (12/9/2026).
Dalam forum tersebut, Pak De Gadjah menekankan bahwa keberagaman masyarakat Bali harus dikelola menjadi kekuatan. Bali diharapkan tidak hanya dikenal dunia melalui sport tourism maupun wisata budaya, tetapi juga menjadi contoh bagaimana masyarakat dengan latar belakang suku dan agama berbeda dapat hidup berdampingan secara damai.
Wayan Baru menilai pemikiran tersebut juga sejalan dengan semangat persatuan yang terus digaungkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Menurutnya, pembangunan tidak boleh membuat masyarakat terpecah karena perbedaan latar belakang, agama, suku maupun pilihan politik.
“Bapak Presiden Prabowo selalu mengajarkan kita tentang persatuan. Setelah semua proses politik selesai, kepentingan rakyat dan bangsa harus menjadi yang utama. Di Bali juga demikian. Kita boleh berbeda latar belakang, tetapi ketika berbicara tentang Bali, kita harus bersama-sama menjaga Bali,” katanya.
Wayan Baru menambahkan, keterbukaan Bali terhadap wisatawan, masyarakat pendatang maupun investasi harus tetap berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap adat, budaya, lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat Bali.
Menurutnya, konsep tersebut penting karena pariwisata Bali tidak dapat berdiri hanya dengan pembangunan fisik. Daya tarik Bali justru lahir dari perpaduan alam, budaya, adat istiadat, kehidupan masyarakat serta rasa aman dan nyaman yang dirasakan wisatawan.
Karena itu, ia sepakat dengan pandangan Pak De Gadjah bahwa investasi tetap diperlukan untuk menggerakkan perekonomian dan menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi pembangunan harus ramah terhadap lingkungan, masyarakat serta karakter Bali.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya pengguna media sosial, untuk ikut menjaga suasana Bali dengan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya maupun narasi yang berpotensi mengadu domba masyarakat.
Menurut Wayan Baru, perbedaan seharusnya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan diperbesar untuk kepentingan tertentu.
“Seperti yang disampaikan Pak De Gadjah, ketika ada persoalan besar kita kecilkan, persoalan kecil kita hilangkan. Jangan justru persoalan kecil dibuat besar hanya karena ingin viral. Yang kita pikirkan harus bagaimana keberadaan kita memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.007
TAGS :