Lingkungan
Uji Coba Mesin TOSS Kusamba Masih Manual, Sampah Dipindah dari Truk dan Pintu Dikunci dengan Kunci Pas
Selasa, 09 Juni 2026 | Dibaca: 2286 Pengunjung
Di balik kecanggihan mesin pengolah sampah yang tengah dipersiapkan di TOSS Center Kusamba, sejumlah tahapan operasional masih dilakukan secara manual. Hal tersebut terpantau saat Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra meninjau sekaligus mengikuti uji coba mesin pengolah sampah, Selasa (9/6/2026).
Baca juga:
Bupati Satria Jajal Mesin Pengolah Sampah di TOSS Kusamba, Produksi Minyak dari Limbah Jadi Sorotan
Pantauan awak media di lokasi menunjukkan proses pengisian material ke dalam mesin masih dilakukan dengan tenaga manusia. Sampah yang dibawa menggunakan truk terlebih dahulu dipindahkan secara manual menuju ruang pengolahan mesin sebelum proses selanjutnya dilakukan.
Tidak hanya proses pemasukan material, tahapan penutupan ruang pengolahan juga masih menggunakan sistem manual. Setelah material dimasukkan ke dalam mesin, petugas terlihat mengencangkan dan mengunci pintu mesin menggunakan kunci khusus agar ruang pengolahan tertutup rapat sebelum proses pemanasan dimulai.
Bupati Satria bahkan sempat ikut memasukkan material ke dalam mesin untuk melihat secara langsung tahapan awal proses pengolahan sampah tersebut.
Meski beberapa tahapan masih dilakukan secara manual, teknologi pengolahan yang digunakan tetap menjadi perhatian karena mampu mengubah berbagai jenis limbah menjadi minyak dan karbon hitam yang memiliki nilai ekonomis.
Dalam kesempatan itu, Bupati dan Wakil Bupati juga menerima penjelasan terkait perkembangan pemasangan tiga unit mesin pengolah sampah yang saat ini sedang dirakit di TOSS Center Kusamba. Salah satu unit mesin berkapasitas 750 kilogram per siklus atau sekitar 10 jam operasi telah berhasil menjalani uji coba.
Usai peninjauan, Bupati Satria menjelaskan bahwa proses pemasukan sampah yang dilakukannya secara manual hanya untuk dokumentasi dan melihat secara langsung mekanisme kerja mesin. Menurutnya, dalam operasional normal telah tersedia alat khusus untuk membantu proses pemasukan material.
“Sebetulnya ada alat khusus untuk memasukkan sampah ke dalam mesin. Tadi secara manual hanya untuk dokumentasi dan melihat langsung prosesnya,” ujar Satria.
Pemkab Klungkung menargetkan mesin pengolah sampah tersebut dapat mulai beroperasi pada akhir Juni 2026 dan diharapkan mampu membantu mengurangi volume sampah yang selama ini tertampung di kawasan TOSS Center Kusamba.007
TAGS :