Sosial
Udayana Mengabdi di Desa Adat Budaga, Edukasi Ibu PKK dan Lindungi Anak dari Karies Gigi Sejak Dini
Minggu, 26 Juli 2026 | Dibaca: 1461 Pengunjung
Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Udayana kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui program Udayana Mengabdi. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Desa Adat Budaga, Kabupaten Klungkung, dengan mengangkat tema Pencegahan Karies Dini pada Anak Melalui Aplikasi Topical Fluoride dan Edukasi kepada Ibu PKK.
Kegiatan tersebut menyasar anak-anak usia 5 hingga 12 tahun dengan rangkaian pemeriksaan kesehatan gigi, pengaplikasian topical fluoride, serta penyuluhan kepada sekitar 60 ibu PKK mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak dini. Program ini melibatkan dosen, dokter muda (koas), dan mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Udayana sebagai bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat.
Dosen Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Udayana, drg. Nyoman Ayu Anggayanti, M.Biomed., M.HKes., Sp.BM(K), mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit gigi sebelum menimbulkan keluhan.
"Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang benar mengenai cara merawat kesehatan gigi dan mulut. Pemeriksaan kali ini diikuti puluhan anak usia 5 hingga 12 tahun. Dari hasil pemeriksaan, angka karies gigi di Desa Adat Budaga tergolong rendah. Ini merupakan kondisi yang sangat baik dan harus dipertahankan melalui edukasi serta pemeriksaan secara rutin," ujarnya.
Menurutnya, sasaran program sengaja dimulai dari anak-anak karena kebiasaan menjaga kesehatan gigi harus dibangun sejak usia dini. Setelah itu, program serupa diharapkan dapat menjangkau kelompok remaja, orang dewasa hingga lansia.
Ia mengakui masih banyak masyarakat yang belum terbiasa memeriksakan kondisi gigi setiap enam bulan sekali sesuai anjuran tenaga kesehatan. Karena itu, Program Udayana Mengabdi hadir dengan konsep jemput bola melalui skrining, penyuluhan, dan pemeriksaan gigi gratis langsung di tengah masyarakat.
Dalam penyuluhan, ibu-ibu PKK diberikan pemahaman mengenai teknik menyikat gigi yang benar. Salah satu hal yang ditekankan adalah tidak langsung berkumur setelah menyikat gigi agar kandungan fluoride pada pasta gigi tetap menempel di lapisan email sehingga memberikan perlindungan yang lebih maksimal terhadap gigi.
Selain itu, anak-anak juga mendapatkan aplikasi topical fluoride, yakni pelapisan fluoride pada permukaan gigi sebagai langkah preventif untuk mencegah gigi berlubang. Setelah tindakan tersebut, peserta diimbau tidak makan maupun minum selama satu jam agar fluoride bekerja secara optimal melindungi gigi.
Nyoman Ayu menjelaskan bahwa karies gigi tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses yang cukup panjang. Kerusakan diawali dari lapisan email gigi, kemudian berkembang ke lapisan yang lebih dalam hingga menimbulkan rasa ngilu dan nyeri.
"Sayangnya, banyak masyarakat baru datang ke dokter ketika gigi sudah sakit. Bahkan ada yang hanya mengonsumsi obat pereda nyeri tanpa mengatasi penyebabnya. Jika terus dibiarkan, gigi akhirnya harus dicabut sehingga mengganggu fungsi mengunyah dan kualitas hidup," katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk rutin mengganti sikat gigi dan menggunakan pasta gigi berfluoride sesuai anjuran. Menurutnya, kesehatan gigi tidak hanya berpengaruh pada rongga mulut, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Infeksi pada gigi dan gusi dapat meningkatkan risiko gangguan pada organ lain, termasuk jantung.
Sementara itu, Bendesa Adat Budaga, I Gede Jana, S.E., M.B.A., mengapresiasi pelaksanaan Program Udayana Mengabdi yang dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang telah diinisiasi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Udayana sejak awal tahun. Pemerintah desa bersama para kader membantu mengajak anak-anak mengikuti kegiatan, bahkan dilakukan secara door to door agar target peserta dapat tercapai.
"Target kami lebih dari 50 peserta dan ternyata antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Kehadiran dosen, dokter muda, dan mahasiswa memberikan akses pelayanan kesehatan gigi yang sangat bermanfaat bagi warga, khususnya anak-anak," ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ke depan, program tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga menjangkau kelompok lansia melalui pemeriksaan gigi, edukasi kesehatan mulut, serta pengaplikasian topical fluoride sehingga kualitas kesehatan masyarakat Desa Adat Budaga semakin meningkat.
Melalui Program Udayana Mengabdi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Udayana tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan gratis, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa mencegah karies jauh lebih mudah dan murah dibandingkan mengobati. Edukasi kepada anak-anak dan ibu PKK diharapkan menjadi langkah awal membangun budaya menjaga kesehatan gigi yang berkelanjutan di Desa Adat Budaga.007
TAGS :