Lingkungan

TPS3R Energi Surya di Desa Keliki, Dulu Ditolak Kini Menginspirasi

 Selasa, 20 Mei 2025 | Dibaca: 4267 Pengunjung

Kelola PLTS dan TPS3R bantuan Pertamina, masyarakat di Desa Keliki Kecamatan Tegallalang, Gianyar, mampu menciptakan ekosistem pertanian terintegrasi sekaligus bermanfaat ekonomis.

www.mediabali.id, Gianyar. 

Tata kelola sampah di Desa Keliki, Tegalalang, Gianyar, memiliki konsep daur ulang yang melibatkan masyarakat. Sampah rumah tangga dipilah dan diolah berkesinambungan di Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R).

Sejumlah kelompok banyak belajar ke Desa Keliki. Tidak kecuali Program Jelajah Energi bersama Institute for Essential Service Reform (IESR) bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar.

TPS3R berenergi surya di Desa Keliki berjalan optimal, padahal pernah ada penolakan diawal pendirian TPS3R. Warga yang belum memahami TPS3R, mereka khawatir pencemaran dan bau sampah.

Namun, seiring waktu warga mulai tercerahkan pola TPS3R, berkonsep daur ulang dan menghasilkan pupuk kompos organik.

"Dulu memang sempat ada di demo 3 kali dari warga kami, mereka masih berpikir TPS3R dianggap pembuangan sampah yang tidak teratur atau bau. Namun, kami membuat TPS3R ini bersih dan mengasyikan untuk dikunjungi siapa saja. TPS3R ini menjadi tempat belajar mengolah sampah secara terpadu," kata Wayan Sumada selaku Ketua Bumdes Yowana Bakti Desa Keliki, Rabu (21/5/2025).

Sumada tidak memungkiri sampah-sampah yang dihasilkan warga di Desa Keliki mencapai 7 ton per harinya. Ini bukan pekerjaan mudah, jika sampah organik dan plastik bercampur tanpa ada penanganan.

Ia bersama masyarakat bekerja keras melalui TPS3R yang dikelola terstruktur. Desa Keliki juga bekerja sama dengan BUMN Pertamina, dengan memanfaatkan mesin pencacah sampah bertenaga matahari dari solar panel PLTS.

Tidak dipungkiri, PLTS yang digunakan mampu meringankan biaya tenaga listrik, pencacahan sampah akhirnya menjadi efisien.

"Warga berinisiatif agar sampah menjadi sarana edukasi luas, di sekitar TPS3R ini kami tambahkan taman-taman di dekat persawahan yang didukung ada kolam pancing. Bahkan, setiap dua minggu sekali kami manfaatkan untuk kegiatan memancing di sini. Hal ini didukung Pertamina yang bekerja sama dengan masyarakat atau kader kebersihan di Desa Keliki," imbuh Sumada.

Ia berharap di masa mendatang generasi muda bisa lebih peduli terhadap sampah. Pengelolaan TPS3R terbukti dapat menekankan sampah.

Selain itu, ada edukasi terhadap ibu-ibu rumah tangga. Mereka mengelola sampah dari rumah tangga, sampahnya dipisahkan sesuai jenisnya sampai ke TPS3R.

"Sebenarnya jika ditinjau kembali kesusahan kami menjalankan program TPS3R adalah di mindset. Ibu-ibu rumah tangga yang menjadi kader melakukan pemilahan sampah rumah tangganya. Lewat kesabaran ibu kader rumah tangga akan mempermudah kinerja TPS3R, apalagi ibu-ibu sekarang sudah sosialita di media sosial. Mereka selalu meng-update perkembangan pengelolaan sampah, bahkan mulai pengiriman dari rumah ke TPS3R," katanya.

Ditambahkan warga setempat, Gede, TPS3R memanfaatkan PLTS di Desa Keliliki mampu menghasilkan pupuk kompos dengan kualitas baik. Hal ini bermanfaat untuk pertanian dan menyuburkan areal persawahan. 

"Ujung tombaknya adalah ibu-ibu rumah tangga kader TPS3R. Sampah berbasis di sumber dipilah dengan baik, sehingga mempermudah pemilahan di TPS3R. Sampah diolah sebagai kompos, Eco Enzyme, dan lainnya. Jika ada sampah batok dari kelapa muda, kita dibantu Pertamina lewat mesin cacah. Pengelolaan sampah basah akan ditumpuk dengan sampah kering, tujuannya adalah untuk menetralisir bau sampah," katanya.

Program Desa Energi Bersih (DEB) di Desa Keliki, ditanggapi positif oleh Heppy Wulansari selaku Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, bahwa tidak saja mendapatkan manfaat dari adanya PLTS. Saat ini, masyarakat Desa Keliki dapat bekerja mencari uang tambahan dari pengolahan sampah.

“Tentu potensi besar dari DEB ini, yang mana masyarakat di Desa Keliki menjadi lebih mandiri dan banyak ilmu diperoleh dari memanfaatkan energi surya untuk kebutuhan listrik. Termasuk mengelola sampah secara terpadu,” ucapnya. 012

 


TAGS :