Lingkungan

Tanam Bibit Bakau di Arboretum, Pj. Gubernur Bali Libatkan Pelajar dan Komunitas

 Jumat, 31 Mei 2024 | Dibaca: 401 Pengunjung

Foto IST: Penanaman mangrove secara bersama-sama dilakukan Pj. Gubernur Bali Sang Made Mahendra, dengan lokasi di Mangrove Arboretum Park, Denpasar, Jumat (31/5/2024).

www.mediabali.id, Denpasar. 

Para pelajar dan komunitas peduli lingkungan dilibatkan Pemprov Bali, untuk turut peduli terhadap lingkungan. Pemprov Bali mempersiapkan 500 bibit mangrove jenis Rhizophora Stylosa, untuk ditanam serentak, Jumat (31/5/2024)

Pj. Gubernur Bali SM. Mahendra Jaya, memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia bersama para pelajar dan komunitas peduli lingkungan. Hal ini dia lakukan dengan menanam bakau atau mangrove yang dipusatkan di Mangrove Arboretum Park. Diketahui lokasi ini akan menjadi tempat edukasi dan penelitian terhadap mangrove ke depanya.

“Jadi tujuan kami berkumpul saat ini adalah untuk menjaga lingkungan yang luar biasa, ini bagus untuk menjaga ekosistem Bali biar tetap lestari,” ucap Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya, di sela-sela memimpin gerakan penanaman mangrove.

Mahendra Jaya menegaskan bahwa pengelolaan mangrove tidak mudah, perlu kesabaran ekstra keras dan biaya perawatan yang tidak sedikit. Mangrove di Bali mendapat perhatian serius, sayangnya hal ini perlu dukungan masyarakat Bali secara luas, misalnya tidak membuang sampah sembarangan ke daerah mangrove, membabat mangrove dan potensi kerusakan lainnya.

“Kondisi 2018, tidak seindah sekarang, ini sudah terlihat bagus sekali. Saya jadi betah di sini lama-lama, udaranya nyaman tapi kita harus bayangkan teman-teman yang berjuang merintis ini sehingga bisa seperti saat ini. Semoga mangrove yang ditanam sekarang semakin lebih baik tumbuh kembangnya," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Bali Dewa Made Indra menuturkan kegiatan penanaman mangrove ini melibatkan ratusan orang seperti jajaran OPD Pemprov Bali, komunitas seperti Green Ambassador dan Mangrove Ranger, serta pelajar sekitar.

Baginya, dalam upaya memastikan penanaman mangrove tidak akan berhenti di peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tetapi berlanjut dan mengikuti kondisi pasang surut air laut sehingga memudahkan akses penanaman.

“Sementara kegiatannya ini dulu, tapi kami akan terus upayakan penanaman mangrove supaya semua ruang yang memenuhi syarat untuk ditanami mangrove tertanami, sehingga areal ini jadi hijau kembali, menjadi asri kembali, setelah ada beberapa proyek yang ada,” katanya.

Untuk diketahui, mangrove Arboretum Park berada di Pedungan, Denpasar Selatan, akan dirancang menjadi kawasan edukasi dan penelitian, sehingga dilakukan rehabilitasi dan penataan tanaman.

Lahannya seluas 25 hektar itu, sebanyak 12 hektar sudah dilakukan rehabilitasi dan 3 hektar ditata tiap jenis bakaunya sehingga memudahkan pengunjung yang ingin mendapat edukasi terkait jenis-jenis mangrove.

Dalam kegiatan Pemprov Bali ini, 500 bibit Rhizophora Stylosa dipilih untuk mengisi salah satu sudut, namun masih ada 18 jenis bakau lain di sekitarnya. 012


 


TAGS :