Politik
Tak Pandang Warna Politik, Wayan Widiana Tegaskan Perhatian Presiden Prabowo untuk Bali Harus Dijawab dengan Sinergi
Kamis, 27 Agustus 2026 | Dibaca: 1902 Pengunjung
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Klungkung, I Wayan Widiana, S.E., M.M., menegaskan bahwa besarnya perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap Bali harus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota.
Baca juga:
Wayan Baru Apresiasi Gerak Cepat Prabowo Tangani Karhutla, Minta Perusak Hutan Ditindak Tegas
Wayan Widiana mengatakan pembangunan untuk kepentingan masyarakat seharusnya tidak terhambat oleh perbedaan pilihan maupun warna politik. Menurutnya, ketika pemerintah pusat memberikan perhatian dan membuka peluang program pembangunan bagi Bali, seluruh pihak harus bersama-sama memastikan program tersebut benar-benar sampai dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Kalau menyangkut kepentingan masyarakat, kita jangan lagi berbicara soal warna politik. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana program pemerintah pusat bisa masuk ke Bali, termasuk ke Kabupaten Klungkung, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Wayan Widiana, Kamis (27/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Wayan Widiana menanggapi penegasan Ketua DPD Partai Gerindra Bali Made Muliawan Arya atau De Gadjah bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak membeda-bedakan daerah berdasarkan latar belakang politik maupun siapa yang sedang berkuasa di daerah tersebut.
Menurut Wayan Widiana, sikap Presiden tersebut menunjukkan bahwa kepentingan rakyat ditempatkan di atas kepentingan politik. Karena itu, ia berharap semangat yang sama juga diterapkan sampai ke tingkat daerah.
“Pak Prabowo adalah Presiden Ri, sehingga perhatian beliau tentu untuk seluruh rakyat Indonesia. Bali juga mendapatkan perhatian besar. Sekarang tugas kita di daerah adalah menangkap peluang itu dan memperjuangkan sebanyak mungkin program yang memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.
Politisi Gerindra asal Kecamatan Banjarangkan tersebut menilai Klungkung masih membutuhkan dukungan pemerintah pusat dalam berbagai sektor. Mulai dari pembangunan infrastruktur, pertanian, penguatan ekonomi masyarakat desa, pengelolaan sampah, pendidikan, kesehatan hingga peningkatan kualitas sektor pariwisata.
Menurutnya, keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi sangat penting untuk mempercepat pembangunan.
“Klungkung memiliki banyak kebutuhan pembangunan. Tidak semuanya bisa kita selesaikan hanya mengandalkan kemampuan APBD. Karena itu, hubungan yang baik dan sinergi dengan pemerintah pusat sangat penting agar semakin banyak program nasional yang dapat kita perjuangkan masuk ke Klungkung,” tegasnya.
Widiana juga meminta pemerintah daerah tidak ragu membangun komunikasi dengan kementerian maupun lembaga pemerintah pusat. Setiap program nasional yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Klungkung, menurutnya, harus dijemput dengan kesiapan perencanaan dan data yang matang.007
TAGS :