Peristiwa

Rawan Kendaraan Masuk Jurang, Gede Artawan Minta Pengaman Jalan Curam di Nusa Penida Diperkuat

 Sabtu, 22 Agustus 2026 | Dibaca: 1836 Pengunjung

www.mediabali.id, Klungkung. 

Kondisi sejumlah ruas jalan dengan tanjakan, turunan curam dan berbatasan langsung dengan jurang di Nusa Penida mendapat perhatian Anggota DPRD Kabupaten Klungkung, I Gede Artawan. Ia meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap keberadaan pengaman jalan pada titik-titik rawan sebagai upaya meminimalkan risiko kecelakaan.

Menurut Artawan, karakter geografis Nusa Penida memang membuat sejumlah ruas jalan memiliki medan yang cukup ekstrem. Kondisi tersebut tidak hanya dilalui masyarakat setempat, tetapi juga wisatawan serta kendaraan angkutan barang yang mobilitasnya semakin tinggi seiring berkembangnya Nusa Penida sebagai destinasi pariwisata.

“Kami berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap pengaman jalan, terutama pada ruas-ruas yang curam dan berbatasan langsung dengan jurang. Ini penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan di Nusa Penida,” ujar Gede Artawan, Sabtu (22/8/2026).

Ia menilai pemasangan guardrail atau pagar pengaman perlu diprioritaskan pada lokasi-lokasi yang memiliki tingkat risiko tinggi. Selain itu, pemerintah juga perlu melakukan pemetaan titik rawan sehingga penanganan tidak hanya dilakukan setelah terjadi kecelakaan.

Menurutnya, sejumlah peristiwa kendaraan masuk maupun terguling ke jurang yang pernah terjadi di Nusa Penida harus menjadi bahan evaluasi bersama. Karakter jalan berupa tanjakan dan turunan tajam, tikungan serta keberadaan jurang di sisi jalan membuat aspek keselamatan tidak boleh dikesampingkan.

Artawan menegaskan pembangunan infrastruktur jalan semestinya tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas permukaan jalan. Kelengkapan keselamatan seperti pagar pengaman, rambu peringatan, marka jalan dan penerangan pada titik tertentu juga menjadi bagian penting dari sebuah infrastruktur yang aman.

“Jangan sampai kita menunggu ada korban baru melakukan penanganan. Kalau titiknya memang berbahaya, sebaiknya sejak awal diberikan pengaman yang memadai,” tegasnya.

Terlebih, Nusa Penida merupakan salah satu destinasi pariwisata unggulan Bali yang setiap hari menerima kunjungan wisatawan. Karena itu, menurut Artawan, keselamatan infrastruktur juga akan berpengaruh terhadap kenyamanan dan citra pariwisata daerah.

Ia mendorong pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk melakukan inventarisasi ruas jalan yang memiliki risiko tinggi, khususnya jalan dengan turunan atau tanjakan curam, tikungan tajam serta sisi jalan yang langsung berbatasan dengan jurang.

Penanganannya kemudian dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas, mulai dari pemasangan guardrail, rambu peringatan hingga peningkatan fasilitas keselamatan lainnya.

“Keselamatan masyarakat dan wisatawan harus menjadi prioritas. Nusa Penida terus berkembang, sehingga fasilitas keselamatan jalannya juga harus mengikuti perkembangan tersebut,” pungkas Artawan. 007


TAGS :