Ajeg Bali
Ratusan Pemedek Tangkas Kori Agung Datangi Pura, Pengurus Tegaskan Hanya Miskomunikasi
Senin, 10 Agustus 2026 | Dibaca: 1540 Pengunjung
Ratusan pemedek dari Pasemetonan Tangkas Kori Agung Bali-Nusantara mendatangi Pura Kawitan Tangkas Kori Agung di Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung, Minggu (9/8/2026). Kedatangan mereka untuk melaksanakan persembahyangan sekaligus mengikuti paruman agung sempat diwarnai ketegangan setelah pemedek tertahan di depan gerbang pura.
Ratusan pemedek yang mengenakan pakaian adat Bali tersebut sebelumnya berkumpul di kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) sekitar pukul 08.30 WITA. Setelah itu, mereka bergerak bersama menuju Pura Tangkas Kori Agung dengan pengawalan aparat kepolisian.
Setibanya di lokasi, pemedek mendapati gerbang pura dalam kondisi tertutup. Sejumlah spanduk juga terpasang di sekitar pintu masuk yang menginformasikan bahwa proses pembangunan atau renovasi pura masih berlangsung.
Kondisi tersebut sempat memicu ketegangan. Perwakilan pemedek mempertanyakan penutupan gerbang karena kedatangan mereka bertujuan untuk bersembahyang sekaligus menggelar paruman guna mencari titik temu mengenai pembangunan Pura Tangkas Kori Agung.
Koordinator pemedek, Ida Bhawati Hermawan Tangkas, mengatakan paruman agung diharapkan dapat menjadi ruang untuk mempertemukan pandangan antara pasemetonan Tangkas Kori Agung dari berbagai daerah di Bali dengan pihak pengempon.
Menurutnya, hingga saat ini masih diperlukan titik temu yang dapat menjadi acuan bersama bagi seluruh pasemetonan. Karena itu, paruman diharapkan dapat menjadi jalan untuk menyatukan berbagai aspirasi terkait pembangunan pura.
Di sisi lain, Sekretaris Pasemetonan Tangkas Kori Agung, Made Wijaya, menegaskan bahwa tidak ada persoalan dengan kehadiran para pemedek. Ia menyebut situasi yang terjadi di depan pura lebih disebabkan oleh miskomunikasi.
Menurut Wijaya, penutupan pintu gerbang dilakukan karena di dalam areal pura masih terdapat berbagai material pembangunan. Pengurus, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk menjaga material tersebut selama proses pembangunan berlangsung.
Wijaya juga menegaskan bahwa berbagai masukan yang muncul terkait pembangunan pura merupakan bagian dari aspirasi pasemetonan yang harus dikelola dengan baik oleh pengurus.
Ia berharap seluruh aspirasi dapat disatukan sehingga pembangunan Pura Tangkas Kori Agung dapat tetap berjalan dengan tetap berpedoman pada bisama dan ketentuan yang menjadi pegangan pasemetonan.
Situasi yang sempat memanas akhirnya dapat dikendalikan. Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya komunikasi dan musyawarah antara seluruh unsur pasemetonan, pengempon, serta pengurus dalam menyelesaikan perbedaan pandangan.
Sebagai pura kawitan yang menjadi tempat suci bersama, penyelesaian melalui dialog diharapkan dapat menghasilkan kesepahaman sehingga proses pembangunan dapat berlangsung dengan baik dan seluruh pasemetonan tetap dapat menjalankan kewajiban spiritualnya dengan nyaman.
Baca juga:
Wawali Arya Wibawa Buka Temu Usaha, Dorong UMKM Naik Kelas, Perkuat Kemitraan dengan Dunia Usaha
Persatuan pasemetonan serta kesucian pura diharapkan tetap menjadi kepentingan utama di tengah berbagai aspirasi yang berkembang terkait pembangunan Pura Tangkas Kori Agung.007
TAGS :