Sosial
Proyek Penataan Titik Nol Singaraja, Arus Lalin Direkayasa dan Traffic Light Mati
Jumat, 06 Maret 2026 | Dibaca: 2171 Pengunjung
Proyek penataan kawasan Titik Nol Kota Singaraja atau Tugu Singa Ambara Raja yang mulai dikerjakan sejak akhir Februari 2026 membawa sejumlah dampak terhadap kondisi lalu lintas di pusat kota. Selain dilakukan rekayasa arus kendaraan, lampu traffic light di kawasan tersebut juga dilaporkan tidak berfungsi.
Baca juga:
Wayan Widiana bersama Bupati Satria Serahkan Bantuan Chromebook dan Proyektor ke Empat Sekolah
Untuk mendukung kelancaran pengerjaan proyek, kendaraan besar seperti truk dan bus kini dilarang melintasi ruas Jalan Veteran dan Jalan Ngurah Rai di sekitar Kantor Bupati Buleleng. Kebijakan ini dilakukan guna menghindari kepadatan lalu lintas di pusat Kota Singaraja.
Kendaraan berat dari arah barat atau Seririt diarahkan melalui jalur lingkar luar.
Sementara arus kendaraan dari arah selatan Bedugul maupun dari arah timur juga diimbau tidak memasuki kawasan inti proyek di simpang Titik Nol. Selama proses pengerjaan, aktivitas alat berat serta penurunan material proyek juga berpotensi menyebabkan penyempitan lajur secara sementara, terutama pada jam-jam sibuk.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng, Gede Gunawan Arya Putra, mengatakan pihaknya bersama Satlantas Polres Buleleng telah menyiagakan personel di sejumlah titik strategis untuk mengatur rekayasa lalu lintas secara dinamis. Truk-truk besar diarahkan melalui Jalan Gajah Mada menuju Jalan Ahmad Yani, sementara pengaturan lalu lintas dilakukan selama 24 jam untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar selama proyek berlangsung. " Pengawasan akan dibagi dalam tiga shift dengan 10 orang pada masing maaing shift dan petugas lain akan berkeliling untuk memastikan tidak ada kemacetan akibat rekayasa lalu lintas ini", paparnya.
Rekayasa lalu lintas ini direncanakan berlangsung hingga proyek penataan Titik Nol selesai pada Juli mendatang, atau menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Petugas juga akan melakukan pemantauan berkeliling untuk memastikan tidak terjadi kemacetan di jalur alternatif.
Di sisi lain, proyek tersebut juga menyebabkan lampu traffic light di kawasan Titik Nol tidak berfungsi. Kerusakan ini diduga terjadi akibat kelalaian dari pihak vendor proyek saat proses pengerjaan berlangsung.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Perhubungan Buleleng segera melakukan langkah cepat dengan mengatur lalu lintas secara manual serta melaporkan kerusakan tersebut kepada pihak terkait agar segera ditangani. "Kami mohon maaf kepada masyarakat, akibat kelalaian vendor, kabel trafik light dibawah tanah tergerus hingga menyebabkan lampu traffik light mati, kitasudah melaporkan ke balai (BPTD,-red), tegasnya.
Sementara itu, staf teknis Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) BPTD Kelas II Bali, Pande Putu Surya Suastika, bersama timnya turun langsung melakukan pemeriksaan pada kotak kendali atau boks kontrol traffic light di lokasi. Dari hasil pemeriksaan, diketahui jaringan kabel pada boks kontrol induk mengalami kerusakan cukup parah sehingga memerlukan perbaikan menyeluruh. " Kondisi kontroler masih bagus dan bisa dipergunakan kembali, namun karena akan direlokasi kita akan melakukanpergeseran trafik light", ujarnya.
Perbaikan tersebut meliputi penggantian kabel serta penataan ulang jalur jaringan yang nantinya akan digabungkan dengan boks utilitas kabel lainnya yang ditanam di bawah tanah. Perbaikan traffic light rencananya akan dilakukan setelah pemasangan boks utilitas selesai, yang diperkirakan terpasang setelah Hari Raya Lebaran mendatang. (Ul)
TAGS :