Pendidikan
Nengah Mudiana Soroti Dampak Sosial Regrouping SD di Klungkung
Sabtu, 19 Juli 2025 | Dibaca: 2806 Pengunjung
Anggota Komisi III DPRD Klungkung I Nengah Mudiana
Anggota Komisi III DPRD Klungkung, I Nengah Mudiana, memberikan perhatian serius terhadap rencana Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung yang akan melakukan regrouping atau penggabungan sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) yang kekurangan siswa. Menurut Mudiana, langkah ini perlu didukung, namun tidak boleh mengabaikan dampak sosial di tengah masyarakat.
“Secara prinsip kami mendukung penggabungan sekolah untuk efisiensi dan peningkatan kualitas pendidikan. Tapi harus dipertimbangkan secara matang dampak sosialnya,” ujar Mudiana saat ditemui Kamis (17/7).
Ia mengungkapkan bahwa pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa penggabungan sekolah kerap menimbulkan tantangan di lapangan. Salah satu masalah utama yang sering muncul adalah jarak tempuh siswa yang menjadi lebih jauh dari rumah ke sekolah baru. Hal ini, menurutnya, dapat menjadi kendala besar khususnya di wilayah seperti Nusa Penida yang memiliki medan geografis sulit.
“Bukan hanya soal jarak, tapi juga perbedaan budaya sekolah dan potensi penolakan dari orang tua murid harus diantisipasi,” tegas Mudiana.
Sebagai solusi konkret, Mudiana mendorong Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk menyediakan fasilitas transportasi gratis bagi siswa terdampak, khususnya di wilayah kepulauan. Ia menilai hal ini penting agar hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi tanpa beban tambahan bagi keluarga mereka.
“Salah satu langkah antisipasi yang bisa dilakukan adalah penyediaan angkutan siswa gratis. Jangan sampai siswa kesulitan bersekolah hanya karena sekolahnya digabung,” tambahnya.
Selain itu, Mudiana juga menekankan pentingnya sosialisasi yang menyeluruh kepada masyarakat sebelum regrouping dilaksanakan. Menurutnya, kebijakan sepenting ini tidak bisa hanya disampaikan secara sepihak oleh pemerintah daerah, tetapi harus melibatkan partisipasi masyarakat agar tidak menimbulkan resistensi.
“Masyarakat harus dilibatkan dalam proses. Sosialisasi intensif sangat penting agar tidak muncul penolakan yang bisa menghambat pelaksanaan kebijakan ini,” ujarnya.
Disdikpora Klungkung sendiri telah merancang penggabungan tujuh SD Negeri pada tahun 2025 mendatang, dengan rincian tiga sekolah di Kecamatan Banjarangkan dan empat sekolah di Kecamatan Nusa Penida. Kebijakan ini diberlakukan terhadap sekolah dengan jumlah siswa di bawah 60 orang. Bahkan, berdasarkan data, ada SD yang hanya menerima satu siswa baru pada tahun ajaran ini.
Sebagai anggota dewan yang vokal dalam isu pendidikan, Nengah Mudiana berharap agar langkah penggabungan ini benar-benar berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan dan tidak justru menyulitkan peserta didik.007
TAGS :