Hiburan

Lawang Pitu Luncurkan Album Baru 'Anugerah Harmoni', Bermusik dan Edukasi Cintai Lingkungan

 Sabtu, 15 Juni 2024 | Dibaca: 836 Pengunjung

Lawang Pitu resmi meluncurkan album baru bertajuk 'Anugerah Harmoni'. L7 memulai road show ke Bali-Jawa, yang menunjukkan bahwa musik Indonesia memiliki kekuatan untuk terus berkembang dan menginspirasi, Sabtu (15/6/2024).

www.mediabali.id, Badung. 

Band Lawang Pitu hadir ke publik pecinta musik Indonesia. Lawang Pitu meluncurkan album baru mereka bernama 'Anugerah Harmoni', dengan musik penuh makna berkonsep Rock To Metal dari Lawang Pitu, Sabtu (15/6/2024) di Hard Rock Cafe Bali.

Road show Lawang Pitu alias L7, menghadirkan lagu-lagu 10 unggulan di album Anugerah Harmoni. Dari sisi formasi L7, sejak berdiri 2022 terdiri dari: Doddy Katamsi (Vox - alumnus; Elpamas, Seven Years Letter, Kantata); ACC (Bass); Tommy Karnawan (Guitar-Garux); Sadtriyo (Guitar-Alumnus Junior-Koes Plus); Arif Rahman (Drum). Doddy hanya 6 bulan bersama Lawang Pitu, dia pamit undur diri dengan alasan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan dirinya mengikuti semua kegiatan Lawang Pitu.

Saat ini, L7 telah berkembang signifikan dan siap memborbadir kuping para metalist dengan karya-karya idealis. Personel L7 saat ini: Trison Manurung (Vox-Roxx alumnus Edane); ACC (Bass); Jibonez (Guitar); Sadtriyo (Guitar - alumnus Junior Koes); Arif Rahman (Drum).

Lewat keunggulan vokalis kedua, vokalis Trison Manurung kini menjadi front liner dalam album Anugerah Harmoni. Peran Trison sangat penting ini terlihat saat performance mereka di panggung Hard Rock Cafe Kuta, Bali, suara Trison Manurung sangat menggelegar dan cocok dengan ritme dari lagu-lagu L7. 

"Suara vokalis di dalam sebuah band metal akan selalu menjadi signature yang akan dikenang. Identitas Roxx dalam diri Trison, memang tidak terhindarkan. Namun, sebagai seorang profesional, terdengar Trison seakan mencoba membuat signature vokal yang berbeda untuk L7," kata ACC.

Album Anugerah Harmoni menjadi bukti nyata dari perjalanan musikal mereka yang terus berkembang dan menunjukkan komitmen mereka untuk menghadirkan musik Indonesia yang lebih berwarna. Road show di Bali akan menjadi titik awal ke daerah lainnya di Jawa.

"Kami sangat mencintai Bali, Bali begitu terkenal dan menjadi gerbang pintu internasional. Karena itu, Bali yang indah dengan pariwisata alamnya patut kita jaga bersama. Kami siap jadi duta lingkungan untuk menjaga alam Bali. Lewat musik kami juga akan tampilkan lagu baru di album kedua berikutnya, ada lagu tentang Pulau Dewata Bali, sudah kami siapkan materi lagunya. Mohon doakan album kedua segera diluncurkan ke depan," kata ACC dan diikuti semangat personel L7 lainnya.

Trison Manurung menceritakan bahwa L7 adalah band yang telah lama berkarya, L7 tidak hanya sekadar menghadirkan lagu-lagu baru, tetapi juga sebuah pernyataan tentang musik Indonesia dapat terus berevolusi. 

Salah satunya dari lagu 'Takdir', di mana Trison seperti juga pada lagu lainnya. Trison mencoba melepaskan karakter suara khasnya saat menyanyikan Roxx maupun Edane. Trison mencoba menyatu ke dalam lirik ciptaanya yang bernuansa cinta dan melebur ke dalam musik L7.

"Jadi di sini butuh waktu sebulan untuk mengisi suara (Trison) dalam 10 track, agar bisa kawin dengan musik L7. Suara menggelar dalam nomor kritikal lagu 'Penghianat'. Apalagi ada lead guitar Eet Sjahrani, yang menyayat di tengah rif-rif indah dari gitar Tommy Karmawan," beber Trison bercerita tentang upayanya menyatukan vokal di L7.

Perkembangan baru di L7, adalah keunggulan pada lini gitaris, mulai dari Tommy Karmawan yang meletakan musik Rock to Metal, dalam 9 lagu. Tommy Karmawan membentuk warna baru metal untuk L7.

Sementara itu, gitaris pengganti Tommy, Jibonez, meski hanya mengisi lead guitar dalam satu lagu bertajuk 'Semangat Juang Pertiwi', tetapi itu sudah cukup sebagai legitimasi bahwa ia gitaris yang tepat menggantikan Tommy.

Dari sisi aransemen yang dikemas dalam aransemen sudah terdengar berbeda, jika dibandingkan dengan karya-karya metalizer lainnya di tanah air.

"Komposisi lagu 'Semangat Juang Pertiwi', kelak bisa menjadi Anthem Song atau lagu tema bagi Lawang Pitu. Mood lagu yang riang dengan lirik dan lugas. Menyelipkan kegelisahan terhadap masyarakat dan meneruskan narasu NKRI harga mati," kata Trison.

Album Anugerah Harmoni berani, dengan eksperimen musik yang lebih berani dan lirik yang lebih dalam. Lawang Pitu juga mengajak pendengar untuk merenungkan makna hidup, cinta, dan perjuangan. 

Menarik lainnya dari L7, Bassist & Drummer, keduanya adalah penjaga pola rhytme dalam semua komposisi lagu L7. Baik personel, ACC (Bassist) dan Arief (Drummer), bersama-sama membangun groove di tengah-tengah hingar bingar suar distorsi, seperti di dalam lagu 'Dagelan' dan 'Pengkhianat'.

"Seluruh notasi lagu dan lirik diciptakan bersama antara personel: Tommy, Sadtriyo, Arif, dan Asisi (ACC). Kecuali lagu 'takdir' liriknya ditulis Trison dan lagu 'Ditikam Badai' liriknya ditulis Sadtriyo. Kemudian, lirik dan lagu 'Semangat Juang Pertiwi', ciptaan Trison, ACC, Jibonez, dan Arif," beber ACC.

Seluruh rekaman album Anugerah Harmoni, berlangsung di Private Atudio Lawang Pitu, ACC Records (ACC Studio Galaxy), mesti diakui 10 track lagu semuanya terdengar proposional. Sebagai karya musik rock to metal, karena audio yang mendukung dari hasil mixing-mastering oleh Bayu Randu, kecuali lagu Semangat Juang Pertiwi, dimixing dan mastering oleh Stephanus Santoso. 

Kedepannya L7 siap memberikan suatu edukasi ke pecinta musik Indonesia, tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi dan membuka cakrawala berpikir. L7 membuktikan bahwa musik Indonesia memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang dan diterima di kancah internasional. 012


 


TAGS :