Politik
Langganan Listrik Mati, Ketut Dadi Minta PLN Pasang Kabel Bawah Laut ke Nusa Penida
Senin, 27 Oktober 2025 | Dibaca: 3916 Pengunjung
Anggota DPRD Klungkung, I Ketut Dadi
Anggota DPRD Kabupaten Klungkung, I Ketut Dadi, meminta PT PLN (Persero) untuk segera melakukan langkah serius dalam mengatasi krisis listrik yang terus melanda wilayah Nusa Penida. Ia menilai, satu-satunya solusi jangka panjang yang paling realistis adalah pemasangan kabel bawah laut dari daratan Bali menuju Nusa Penida agar pasokan listrik lebih stabil dan andal.
Permintaan ini disampaikan menyusul keluhan masyarakat Nusa Penida yang mengaku sering mengalami pemadaman listrik hingga tiga kali dalam sehari, bahkan dalam waktu yang tidak menentu. Kondisi tersebut sering terjadi tanpa ada perbaikan layanan yang signifikan dari pihak PLN.
“Masyarakat sudah sangat dirugikan. Bisnis akomodasi wisata terganggu, UMKM juga terhambat. Nusa Penida hidup dari pariwisata, tapi listriknya tidak stabil. Ini ironis,” ujar Ketut Dadi saat ditemui di Kantor DPRD Klungkung, Senin (27/10).
Menurutnya, sebagai perusahaan negara yang memonopoli penyediaan listrik di Indonesia, PLN memiliki tanggung jawab besar untuk menjamin pelayanan yang berkualitas kepada seluruh masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan Nusa Penida.
Baca juga:
Uang Pemda mengendap di Bank?
“Kalau saja ada perusahaan listrik swasta di Indonesia, saya yakin banyak masyarakat yang akan beralih. Pelayanan PLN di Nusa Penida sudah sangat mengecewakan. Sering mati listrik, ini berdampak kepada alat elektronik warga yang mengalami kerusakan. Tidak ada ganti rugi dari kerusakan tersebut berbanding terbalik jika pelanggan yang telat bayar listrik pasti kena denda,” tegasnya.
Ketut Dadi menilai bahwa pemasangan kabel bawah laut merupakan solusi paling efektif untuk mengatasi ketergantungan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kutampi, yang kerap mengalami gangguan mesin dan kapasitas daya terbatas.
Ia juga mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk turut membantu realisasi proyek ini, mengingat Nusa Penida merupakan penyumbang PAD terbesar bagi Kabupaten Klungkung dan menjadi ikon pariwisata internasional Bali.
“Kalau Nusa Penida mau terus jadi andalan ekonomi Klungkung, infrastrukturnya harus diperhatikan. Mulai dari jalan, air, sampai listrik. Jangan dibiarkan seperti sekarang,” tambahnya.
Sebelumnya, warga dan pelaku pariwisata di Nusa Penida juga sempat menyampaikan keluhan serupa. Mereka mengaku aktivitas usaha dan pelayanan kepada wisatawan terganggu karena listrik sering padam tanpa pemberitahuan.007
TAGS :