Politik
Ketua KPU Bali minta jauhi poltik uang, sasae Gen Z, partai demokrat tak ingin kaku
Minggu, 07 Desember 2025 | Dibaca: 2239 Pengunjung
Ketua KPU Provinsi Bali i gusti agung lidartawan menegaskan pentingnya memberikan pemahaman politik sejak dini kepada generasi muda, terutama terkait proses demokrasi, penyelenggaraan pemilu, serta peran aktif pemilih dalam menentukan arah pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa generasi Z merupakan penentu masa depan politik dan harus dibekali literasi politik yang memadai.
lidartawan menyebut kontribusi generasi Z atau gen Z sangat besar dalam dunia politik di indonesia khususnya di Bali. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui awak media setelah memberi paparan pada pendidikan politik di depan ratusan generasi muda dari berbagai kampus dan komunitas kepemudaan yang diselenggarakan partai demokrat di. Lovina Haven Lovina (7/12/25) bertajuk edukasi politik untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
" Kita harus memberi pengajaran pada mereka sebagai pemilih yang baik, jelas tujuannya adalah pada pemilu kedepan mereka menjadi penentu kemenangan siapapun karena sudah diatas 50 persen. Mestinya jika kaum milenial dan gen Z inginkan maka itu yang terjadi", imbuhnya.
Untuk itu ia mengapresiasi partai demokrat yang mengadakan pendidikan politik terutama bagi generasi muda.
" tepat sekali partai demokrat mengadakan acara ini dengan mengundang Gen Z, karena kedepannya keberhasilan partai politik atau calon calonnya adalah Gen Z ini", jelasnya.
Lebih lanjut lidartawan menekankan untuk menjauhi sekali politik uang, "apapun sistem pemilu nya jika politik uang masih berlangsung, tak akan pernah kita memperoleh pemimpin yang sesuai dengan harapan".
Menurutnya momen edukasi politik dengan mengundang gen Z ini sangat tepat, karena saat ini KPU provinsi Bali mencoba untuk mengkaji pemilu yang Selama ini dilaksanakan.
Sementara Luh Gede Herryani ketua DPD Partai Demokrat provinsi Bali menyatakan pendidikan politik bagi generasi Z dilakukan sebagai upaya menciptakan pemilih cerdas dan menyiapkan kader muda yang berintegritas.
sekaligus bertujuan menghilangkan praktik politik uang yang masih menjadi tantangan dalam setiap kontestasi. Menurutnya, generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menolak segala bentuk transaksi politik yang merusak demokrasi.
Gen Z di Buleleng hampir 60 persen suara yang sangat potensial untuk pemilu kedepannya. Sebagai partainya anak muda pihaknya menyasar anak muda. " kita menyasar gen Z jangan kaku, agar dimata Gen Z politik bukan hal yang kaku, kotor dan dilakukan dengan berbagai macam cara" ,jelasnya.
Untuk tantangan krisis kader ia menyatakan pihaknya rajin untuk melaksanakan pendidikan politik, berdialog dan menyasar kampus .
Kedepannya pihaknya akan menjaring kader baru dan merangkul kader lama serta giat turun ke akar rumput.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi partai politik untuk melihat potensi kader muda. Partai Demokrat berharap melalui pelatihan berkelanjutan, akan lahir kader-kader Gen Z yang kritis, kreatif, dan memiliki kapabilitas untuk terlibat dalam proses politik secara sehat dan profesional.
Peserta yang hadir mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan wawasan baru tentang politik yang bersih dan inklusif. Pendidikan politik bagi Gen Z diharapkan terus diperluas sehingga mampu memperkuat kualitas demokrasi di Bali. ( ul
TAGS :