Sosial
Jemput Dukungan Pemprov Bali, Bupati Satria Paparkan Program Rp 200 Miliar untuk Nusa Penida dan Percepatan Penanganan Sampah
Senin, 08 Juni 2026 | Dibaca: 1893 Pengunjung
Bupati Klungkung, I Made Satria, memanfaatkan forum Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Provinsi Bali untuk menyelaraskan sekaligus memperkuat dukungan terhadap berbagai program strategis pembangunan Kabupaten Klungkung. Rakor yang dipimpin Gubernur Bali, I Wayan Koster, di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Senin (8/6), membahas sejumlah isu prioritas mulai dari pengelolaan sampah, pengendalian inflasi, penurunan kemiskinan, pengangguran, hingga stunting.
Di hadapan seluruh kepala daerah se-Bali, Bupati Satria memaparkan berbagai langkah konkret yang telah dan sedang dijalankan Pemkab Klungkung untuk menjawab tantangan pembangunan daerah.
Pada sektor pengelolaan sampah, Pemkab Klungkung terus memperkuat budaya pemilahan sampah dari sumber. Upaya tersebut didukung bantuan keuangan khusus (BKK) senilai Rp8,4 miliar yang disalurkan kepada 42 desa guna mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
Selain itu, Klungkung juga tengah menguji coba teknologi pirolisis berkapasitas 24 ton per hari di kawasan Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Teknologi ini diharapkan menjadi salah satu solusi percepatan penanganan sampah sekaligus mendukung target penutupan praktik open dumping di Bali.
Dalam bidang pengentasan kemiskinan, Bupati Satria menyoroti inovasi “Beri Kail Bukan Ikan”, sebuah program pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang berasal dari keluarga kurang mampu. Program tersebut dirancang untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan kesempatan kerja.
Sementara itu, untuk percepatan penurunan angka stunting, Pemkab Klungkung terus memperkuat pelayanan kesehatan yang menyasar ibu hamil, bayi, balita, remaja putri hingga calon pengantin sebagai langkah pencegahan sejak dini.
Tak hanya itu, Bupati Satria juga memaparkan rencana pembangunan infrastruktur berskala besar di Nusa Penida dengan nilai investasi sekitar Rp200 miliar. Wilayah kepulauan tersebut diposisikan sebagai titik ungkit pertumbuhan ekonomi Klungkung melalui pembangunan jalan, jaringan air minum, rumah sakit, fasilitas pendidikan, hingga pengembangan destinasi wisata.
Menurutnya, pembangunan Nusa Penida menjadi salah satu prioritas penting untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat daya saing pariwisata daerah.
“Melalui rakor ini saya berharap adanya dukungan dan sinergi yang kuat dari Pemerintah Provinsi Bali sehingga berbagai program prioritas pembangunan dapat berjalan dengan baik demi mewujudkan Klungkung yang Maju, Harmonis, Tentram dan Makmur (Mahottama),” ujar Satria.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah. Dengan keselarasan visi dan kebijakan, Klungkung diyakini mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, lingkungan yang sehat, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster dalam arahannya menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemerintah daerah untuk menyelesaikan berbagai persoalan strategis, khususnya penanganan sampah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penguatan ekonomi Bali secara berkelanjutan.007
TAGS :