Pendidikan

Indonesia Berbagi Pengetahuan Pembangunan KependudukanBerbasis Tokoh Lintas Agama ke Tiga Negara ASEAN

 Selasa, 25 Juni 2024 | Dibaca: 218 Pengunjung

www.mediabali.id, Denpasar. 

Pemerintah Republik Indonesia,melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan KementerianSekretaris Negara RI, serta menggandeng United Nations Population Fund (UNFPA) berbagipengetahuan keterlibatan tokoh pemuda lintas agama dalam mendukung kesehatanreproduksi remaja. Pelatihan internasional yang diikuti tiga negara ASEAN itu dilaksanakandi kawasan Sanur, Denpasar serta beberapa tempat di Bali selama lima hari daritanggal 24 s.d. 28 Juni 2024.

Plt. Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan BKKBN, dr. Irma Ardiana, MAPS, didampingi Kepala Biro KTLNKementerian Sekretariat Negara, Novianti, S.IP, M.A.I.D; UNFPA Indonesia, Dr.Verania Andria; Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Pembangunan Manusia danKebudayaan, I Made Sudarsana;  KepalaPusat Pelatihan dan Kerja Sama Internasional BKKBN, Dr. Ukik Kusuma Kurniawan,SKM, MPS, MA; serta Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Sarles Brabar, mengatakanbahwa pelibatan tokoh agama dalam mendukung kesehatan reproduksi remaja sebagaimodel pendekatan baru, tetapi terbukti efektif. Oleh karena itulah, Pemerintah Indonesiaakan membagi pengalaman tersebut kepada negara tetangga di ASEAN, yakni Malaysia, Myanmar, dan Vietnam.

“Tujuannya berbagi pengetahuan dan pengalamanIndonesia mengenai pelibatan aktif para pemuka agama untuk mendukung peningkatankualitas penduduk, khususnya dalam mendukung kesehatan reproduksi remaja. Jadi,kita harapkan bagaimana sharing knowledge (berbagai pengetahuan, red) memandangperan tokoh agama dalam upaya investasi kesehatan,” katanya sesaat setelahpembukaan acara tersebut, Senin (24/6).

Ia mengatakan, sebagai negara yang multiagama,Indonesia telah mengupayakan peran serta kalangan tokoh agama untuk meningkatkanpembangunan penduduk, termasuk dalam hal isu kesehatan reproduksi remaja yang memiliki persoalan dan tantangan yang kompleks. Pelibatan unsur agama ini pundinilai cukup efektif, yang setidaknya ditunjukkan dengan angka rata-ratapernikahan anak sebesar 8 persen. Angka tersebut dinilai telah memenuhi targetdan menunjukkan tren yang semakin baik.

“Laju pernikahan anak di Indonesia sudah meet thetarget sebesar 8 persen dan tantangan ke depan adalah bagaimana terusmemasifkannya agar terus turun ke angka yang lebih baik. Namun, dispensasinyawajib juga diwaspadai. Bagi kami mengubah tatanan sosial adalah dengan siapayang nanti dapat merekonstruksi tatanan sosial itu, dan pelibatan pemuka agamabisa menjadi solusi, bisa menjadi model intervensi yang kita (Indonesia)ciptakan,” kata dia.

Lebih jauh, berdasarkan data pembangunankeluarga BKKBN, rata-rata usia menikah bagi perempuan juga terus mengalami kemajuan.Saat ini, rata-rata usia perempuan menikah di Indonesia adalah di usia 21,1 tahun.

Sementara itu, I Made Sudarsana yang hadirmewakili Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, mengatakan bahwa pemilihanBali sebagai penyelenggaraan kegiatan tersebut sudah sangat tepat. Sebagai daerahyang dikenal plural, capaian kualitas kependudukan Bali juga menjadi salah satuyang terbaik di nasional. Rata-rata umur perkawinan perempuan Bali bahkandisebut melampaui angka nasional.

“Di Bali, usia rata-rata perkawinanperempuan Bali sudah berada di angka 23 tahun, TFR (Total Fertility Rate atau AngkaKelahiran Total, red) juga sebesar 2,1, lebih baik dari angka rata-rata nasional,”katanya yang juga diamini Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Sarles Brabar.

Sudarsana pun mengaku optimistis bahwakeberhasilan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana akantercapai melalui kerja sama pemerintah, perguruan tinggi, LSM, tokoh agama,tokoh masyarakat, perusahaan, hingga awak media. “Maka, menjadi sangat pentinguntuk membangun komunikasi, koordinasi, konvergensi dan kolaborasi secaraberkesinambungan,” kata dia. 005


TAGS :