Pendidikan
Ikuti program guru bantu 8 mahasiswa Undiksha bertolak ke Canberra
Sabtu, 14 Februari 2026 | Dibaca: 1438 Pengunjung
Sebanyak delapan peserta yang terdiri dari enam mahasiswa dan dua dosen dilepas mengikuti program Guru Bantu di Canberra, Australia, Jumat (13/2).
Program Guru Bantu merupakan inisiatif Kementerian yang dijalankan berdasarkan nota kesepahaman (MoU) antara Undiksha dan mitra luar negeri. Para peserta nantinya akan disebar ke sejumlah sekolah dasar di Australia untuk mengajar Bahasa Indonesia sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada siswa setempat.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama FIP Undiksha, Prof Kadek Suranata, menjelaskan program ini merupakan bagian dari komitmen Undiksha menuju universitas unggul berdaya saing dunia.
"Ini bagian dari langkah Undiksha menjadi universitas unggul di dunia. Program ini akan kami lanjutkan ke tahap berikutnya dan ke negara lain,” kata Suranata.
Suranata menjelaskan Pembiayaan selama berada di Australia sepenuhnya ditanggung Kementerian, sementara Undiksha memberikan dukungan akademik dan pendampingan. Para peserta akan menjalani masa tugas selama dua bulan satu minggu, mulai 18 Februari hingga April mendatang. Setibanya di Canberra, mereka juga akan mengikuti orientasi yang difasilitasi Kementerian dan Kedutaan Besar RI di Australia.
Suranata menjelaskan mahasiswa yang mengikuti program magang internasional ini merupakan peserta Kelas Inisiasi Kelas Internasional (IKI). Mereka telah dibekali perkuliahan berbahasa Inggris serta pengenalan budaya global melalui dosen internasional. Peserta terdiri dari enam mahasiswa dari tiga program studi, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Bimbingan Konseling (BK), dan Teknologi Pendidikan (TP), serta dua dosen pendamping.
Sementara ni luh sri ardaniasih mahasiswa semester enam jurusan PGSD mengaku sangat bangga mengikuti program ini. Persaingan yang cukup ketat dengan puluhan mahasiswa lainnya hingga berhasil lolos ditahap ini tidak mudah. " Ada dua puluh mahasiswa yang masuk dalam seleksi ini hingga 10 besar., namun disaring lagi hingga berjumlah 8 mahasiswa", ujarnya sumringah.
Selain Australia, Undiksha juga aktif menjalin kerja sama dengan sejumlah negara di Asia seperti Taiwan, Filipina, Thailand, dan Malaysia. Dalam waktu dekat, kunjungan akademik juga direncanakan ke Jepang dan China. Bahkan ke Taiwan, Undiksha telah beberapa kali mengirim mahasiswa untuk observasi dan ke depan akan dikembangkan program magang serta sertifikasi guru di luar negeri.(ul)
TAGS :