Ajeg Bali
Hadiri Karya Mamungkah di Pemerajan Agung Sakti Padangsambian, Wujudkan Nilai Luhur Tri Hita Karana
Senin, 06 Oktober 2025 | Dibaca: 1781 Pengunjung
Suasana khidmat dan penuh makna spiritual menyelimuti pelaksanaan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, Menawaratna, Tawur Walik Sumpah Utama, Melaspas, dan Mupuk Pedagingan yang digelar di Pemerajan Agung Sakti, Desa Adat Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat, pada Senin (6/10/2025).
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara hadir langsung menyaksikan jalannya rangkaian upacara suci tersebut. Kehadirannya merupakan bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap semangat sradha bhakti masyarakat Desa Adat Padangsambian dalam melaksanakan yadnya secara tulus, ikhlas, dan bergotong royong.
Turut hadir dalam upacara ini sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPRD Kota Denpasar Anak Agung Ketut Asmara Putra, Anak Agung Gede Mahendra, dan I Nyoman Kari Santika, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Surya Antara, Camat Denpasar Barat I Wayan Yusswara, serta penglingsir Puri Agung Pemecutan.
Manggala Pemerajan Agung Sakti Anak Agung Kompiang Ariana menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Denpasar dan seluruh undangan atas kehadiran dan dukungan mereka dalam pelaksanaan upacara suci tersebut. Ia menjelaskan bahwa Karya Agung tahun ini dilaksanakan berlandaskan Asung Kertha Wara Nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan tujuan untuk memuliakan dan menyucikan kembali tempat suci di Pemerajan Agung Sakti.
“Pelaksanaan Karya Agung ini menandai adanya pembaruan, baik secara fisik bangunan maupun spiritual di Pemerajan Agung Sakti. Kami berharap seluruh keluarga besar trah Lanang Dawan senantiasa diberikan kerahayuan dan ikatan kekeluargaan yang semakin erat. Lebih dari itu, semoga upacara ini juga memancarkan energi positif dan keharmonisan bagi masyarakat Desa Adat Padangsambian,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Jaya Negara menyampaikan apresiasinya atas semangat masyarakat dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat serta tradisi leluhur, yang menurutnya merupakan kekuatan jati diri Kota Denpasar sebagai kota berbudaya.
“Pelaksanaan karya seperti ini mencerminkan nilai luhur Tri Hita Karana, yaitu keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam. Inilah yang menjadi pondasi penting dalam kehidupan masyarakat Denpasar yang berbudaya dan berdaya saing,” ungkapnya.
Di akhir acara, Wali Kota Jaya Negara turut melaksanakan persembahyangan bersama dan menyerahkan punia sebagai bentuk sradha bhakti sekaligus dukungan terhadap pelaksanaan yadnya yang penuh makna spiritual tersebut.007
TAGS :