Ajeg Bali
Fakultas Pendidikan Unhi Gemakan Bali Bebas Sampah
Senin, 30 Juni 2025 | Dibaca: 1914 Pengunjung
Fakultas Pendidikan Universitas Hindu Indonesia (Unhi Denpasar) turut mendukung menggemakan gerakan Bali bebas sampah, khususnya kawasan suci. Langkah tersebut salah satunya terwujud dalam pengabdian kepada masyarakat di Pura Pucak Patali dan Taksu Agung, Tabanan, pekan lalu.
Ketua Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Dr. Dra. I Gusti Ayu Suasthi, M.Si, mengatakan sampah sebagai permasalahan yang mengancam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, persoalan ini harus mendapatkan solusi yang efektif dan juga efisyen. "Tidak terkecuali di Pulau Bali, salah satu sumber sampah di Bali adalah sampah upacara, di mana sampah yang dipergunakan setelah persembahyangan biasanya ditinggalkan begitu saja oleh pemedek, sehingga akan meninggalkan sampah yang cukup banyak di pura," katanya.
Permasalahan soal sampah pun tidak hanya berhenti di sana. Saat ini turut muncul tren pelibatan plastik sebagai sarana upacara. "Seperti yang kita sering amati dalam setiap sarana upacara kini hadir jajanan yang dibungkus plastic, tempat sarana sembahyang yang dibungkus plastik dan sering kali dibuang secara sembarangan setelah selesai upacara persembahyangan," ucap dia.
Melihat fenomena tersebut, katanya, perlu ada sosialisasi tentang bahaya sampah utamanya sampah upacara. "Pada kegiatan ini, Fakultas Pendidikan Universitas Hindu Indonesia melakukan pengabdian kepada Masyarakat bertajuk 'Bhakti Pertiwi Bijak Mengelola Sampah di Pura Puncak Petali dan Taksu Agung'. Kegiatan dilaksanakan dengan memberikan sosialisasi kepada para jero mangku yang ngayah di pura tersebut, dimana kehadiran pemangku agar dapat memberikan pencerahan kepada umat, tidak hanya mengingatkan untuk membuang sampah pada tempatnya namun juga memberikan pencerahan terkait menjaga kesucian pura dan bahaya sampah plastik," jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa pemangku sebagai jan banggul di pura memiliki peranan yang cukup stratetegis dalam memberikan edukasi terkait dengan menjaga kesucian pura. "Pemangku bisa menjadi motor dala gerakan mengelola sampah sisa upacara yang dibawa pamedek. Jadi, pemangku tidak hanya bertugas mengantarkan persembahyangan saja tetapi juga kita berharap mampu memberikan pencerahan kepada umat bagaimana ikut menjaga kesucian pura dengan menghindari penggunaan sarana upacara dari plastik kendatipun tidak bisa dihindari, umat harus bijak mengelola agar sampah plastik tersebut tidak sampai dibuang di areal pura," katanya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pendidikan Universitas Hindu Indonesia, Prof. Dr. Wayan Paramartha, S.H., M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen dari Civitas Fakultas Pendidikan Unhi daam mendukung gerakan Bali bebas sampah, utamanya adalah sampah upacara. "Ke depan kegiatan seperti ini akan terus kita laksanakan dengan menyasar kepada wilayah-wilayah yang kita pandang penting untuk dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini," ucapnya.
Kegiatan pengabdian yang digulirkan pihaknya ke depan tidak hanya akan terbatas pada permasalahan sampah, tetapi juga hal lain yang berkaitan dengan pendidikan, kesenian, dan juga agama. "Dalam kegiatan pengabdian di Tabanan tersebut, Fakultas Pendidikan (Unhi) juga menyerahkan punia sarana upacara dan wastra kepada pamangku di Pura Pucak Patali dan Taksu Agung sebagai bentuk apresiasi dan juga bhakti kehadapan pinandita yang telah secara tulus mengabdikan diri kepada umat," tandasnya. adv/005
TAGS :