Peristiwa

Dewan Klungkung Turun Langsung, Temukan Dugaan Pengerjaan Asal-asalan di TPST Biaung

 Senin, 06 April 2026 | Dibaca: 2175 Pengunjung

www.mediabali.id, Klungkung. 

Komisi I DPRD Klungkung turun langsung meninjau kondisi TPST Biaung di Desa Ped, Nusa Penida. Hasilnya, sejumlah persoalan serius kembali ditemukan, mulai dari kualitas bangunan hingga instalasi yang dinilai membahayakan.

Peninjauan tersebut dikoordinir oleh Wakil Ketua DPRD Klungkung, I Wayan Baru, yang secara tegas menyoroti kondisi proyek yang dianggap tidak sesuai standar. “Berulang kali kami turun kalau dari perencanaan dan pelaksanaan seperti ini, dari segi bangunan saja sudah sangat dipertanyakan,” tegasnya di lokasi, Senin (6/3).

Ia menyoroti instalasi listrik yang dinilai amburadul. Kabel terlihat terurai, bahkan berada di bawah dan tidak tertata dengan baik. “Kabel terurai, kabel di bawah kalau ada sampah seperti apa jadinya? ini asal-asalan. Seharusnya ditata dengan benar. Ini sangat berbahaya,” ujarnya.

Menurutnya, kualitas bangunan secara keseluruhan tidak mencerminkan proyek dengan nilai anggaran besar. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan risiko serius, baik terhadap pekerja maupun operasional di masa depan.
“Kualitas bangunan sangat dipertanyakan. Ini menyangkut masa depan Nusa Penida. Kenapa bisa seperti ini?” lanjutnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti perencanaan bangunan yang dianggap tidak matang. Salah satunya terkait desain kantor yang tidak mempertimbangkan aspek kenyamanan..“Harusnya dirancang dengan baik. Ini kantor menghadap ke utara, panas tidak diperhitungkan. Perencanaannya tidak matang,” kritiknya.

Hal yang lebih mengkhawatirkan, lanjutnya, adalah keberadaan instalasi listrik di area pengolahan sampah. Ia menyebut adanya colokan listrik di bagian bawah lokasi pengolahan sebagai sesuatu yang sangat berbahaya..“Tempat pengolahan sampah di bawahnya ada colokan listrik. Ini sangat berbahaya, bisa menimbulkan risiko besar,” tegasnya.

Melihat berbagai temuan tersebut, Wayan Baru meminta agar segera dilakukan rapat evaluasi dengan pihak terkait, termasuk rekanan dan konsultan proyek.“Harus segera dirapatkan, panggil semua yang bersangkutan. Jangan sampai masalah ini berlanjut dan menimbulkan dampak lebih besar ke depan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan sampah saat ini menjadi isu krusial di seluruh Bali. Karena itu, proyek seperti TPST seharusnya dikerjakan secara serius dan profesional. “Masalah sampah terjadi di seluruh Bali. Kita tidak mau kecolongan. Kalau rekanan dan konsultan seperti ini, sangat bobrok,” pungkasnya.007


TAGS :