Lingkungan
Curi Perhatian Pemprov Bali, Klungkung Berpeluang Jadi Model Pengelolaan Sampah di Bali
Selasa, 09 Juni 2026 | Dibaca: 2165 Pengunjung
Teknologi pengolahan sampah yang tengah dikembangkan Pemerintah Kabupaten Klungkung di TOSS Center Kusamba mulai mencuri perhatian Pemerintah Provinsi Bali. Melalui teknologi pirolisis yang mampu mengubah sampah menjadi minyak dan karbon hitam, Klungkung dinilai berpeluang menjadi model pengelolaan sampah modern bagi daerah lain di Bali.
Hal tersebut disampaikan Anggota Kelompok Ahli Pemerintah Provinsi Bali, Umar Ibnu Alkhatab, saat meninjau langsung proses uji coba mesin pengolah sampah di TOSS Center Kusamba bersama dua anggota Kelompok Ahli Pemprov Bali lainnya, Selasa (9/6/2026).
Menurut Umar, proyek percontohan (pilot project) yang sedang dikembangkan di Klungkung merupakan langkah nyata dalam menjawab persoalan sampah yang saat ini masih menjadi tantangan besar di Bali.
"Pilot project pengolahan sampah ini clear dan clean. Saya kira ini luar biasa apabila mampu menyelesaikan persoalan sampah di Kabupaten Klungkung," ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendapat penjelasan mengenai teknologi pirolisis yang digunakan untuk mengolah sampah. Berbeda dengan metode pembakaran terbuka, teknologi ini bekerja dengan memanaskan material dalam ruang tertutup dengan kadar oksigen yang sangat rendah sehingga menghasilkan minyak pirolisis dan karbon hitam yang masih memiliki nilai ekonomis.
Saat ini, satu unit mesin berkapasitas 750 kilogram per siklus atau sekitar 10 jam operasi telah berhasil menjalani uji coba. Dari pengolahan 13 ban bekas ukuran truk, mesin mampu menghasilkan sekitar 120 liter minyak. Sementara dari pengolahan 200 kilogram Refuse Derived Fuel (RDF), mesin menghasilkan sekitar 80 liter minyak.
Minyak hasil pengolahan tersebut bahkan dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar untuk mendukung operasional mesin. Selain itu, karbon hitam yang dihasilkan juga memiliki potensi pemanfaatan untuk berbagai kebutuhan industri.
Baca juga:
Bupati Satria Jajal Mesin Pengolah Sampah di TOSS Kusamba, Produksi Minyak dari Limbah Jadi Sorotan
Menurut Umar, apabila teknologi tersebut berhasil diterapkan secara optimal dan mampu menyelesaikan persoalan sampah di Klungkung, maka sistem pengelolaan yang diterapkan dapat menjadi referensi bagi kabupaten dan kota lain di Bali.
"Kalau ini berhasil, daerah lain tentu bisa belajar dari Klungkung. Yang terpenting adalah bagaimana teknologi ini mampu memberikan solusi nyata terhadap persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan bersamaKalau Klungkung sudah mampu menyelesaikan sampahnya sendiri, saya kira sangat memungkinkan kabupaten lain mensuplai sampah ke sini untuk diolah. Ini bisa menjadi pusat pengolahan sampah bagi Bali," katanya.
Ia mengakui bahwa persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah bagi banyak daerah di Bali. Karena itu, kehadiran teknologi yang mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk bernilai guna menjadi terobosan yang patut mendapat perhatian. "Bali darurat sampah. Tentu kita semua tidak nyaman apabila persoalan sampah terus terjadi. Karena itu perlu solusi yang nyata dan berkelanjutan," tegasnya.n," ungkapnya.
Selain mesin percontohan yang telah diuji coba, Pemerintah Kabupaten Klungkung juga tengah mempersiapkan tiga unit mesin utama yang akan digunakan untuk memperkuat kapasitas pengolahan sampah di TOSS Center Kusamba. Seluruh sistem ditargetkan dapat mulai beroperasi pada akhir Juni 2026.
Umar berharap keberhasilan pengelolaan sampah berbasis teknologi di Klungkung nantinya dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi.007
TAGS :