Lingkungan
Cuaca Ekstrem Landa Sejumlah Daerah, BNPB Catat Banjir, Longsor, hingga Korban Jiwa
Jumat, 06 Februari 2026 | Dibaca: 1461 Pengunjung
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat rangkaian kejadian bencana yang melanda berbagai wilayah di Tanah Air dalam periode Kamis (5/2) hingga Jumat (6/2) pukul 07.00 WIB. Mayoritas kejadian dipicu cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi basah seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, dan tanah longsor.
Di Provinsi Jawa Timur, hujan lebat disertai angin kencang melanda Kabupaten Kediri, Jombang, dan Mojokerto. Di Kabupaten Kediri, sebanyak 10 unit rumah rusak ringan dan satu fasilitas pendidikan terdampak di Kecamatan Semen. BPBD setempat telah melakukan pendataan dan penanganan lanjutan bersama perangkat daerah.
Sementara itu di Kabupaten Jombang, tepatnya Kecamatan Sumobito, tercatat satu orang mengalami luka ringan, dua unit rumah rusak berat, 17 unit rumah rusak ringan, serta satu akses jalan terdampak. BPBD Kabupaten Jombang bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik dan membersihkan puing-puing rumah bersama masyarakat.
Adapun di Kabupaten Mojokerto, hujan disertai angin kencang menyebabkan delapan unit rumah rusak ringan serta pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan di Kecamatan Sooko, Trowulan, dan Puri. Kondisi kini telah ditangani dan akses kembali normal.
Masih di Jawa Timur, luapan Sungai Gandong akibat hujan lebat mengakibatkan banjir di Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak 350 unit rumah tergenang, empat fasilitas ibadah, satu fasilitas kesehatan, serta sekitar 10 hektare sawah terdampak. Saat ini banjir telah surut dan aktivitas masyarakat berangsur pulih.
Beralih ke Provinsi Jawa Tengah, hujan berintensitas tinggi menyebabkan banjir di Kota Tegal yang berdampak pada 6.957 jiwa di Kecamatan Margadana, Tegal Barat, dan Tegal Timur. Sebanyak 2.381 unit rumah serta satu fasilitas pendidikan terdampak, dan lima kepala keluarga mengungsi ke rumah kerabat. Hingga Kamis (5/2) siang, genangan masih terjadi di sejumlah titik.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Pemalang. Enam kecamatan terdampak banjir akibat luapan sungai dan saluran irigasi dengan tinggi muka air mencapai 80 sentimeter. BNPB mencatat 8.364 unit rumah terdampak dan 90 jiwa mengungsi ke tempat ibadah. BPBD setempat mengerahkan perahu karet untuk evakuasi dan menyalurkan bantuan logistik, sementara di beberapa wilayah banjir mulai surut.
Di Provinsi Sumatera Selatan, banjir melanda Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu, akibat hujan lebat yang memicu luapan sungai. Sebanyak 40 unit rumah terendam. Saat ini air telah surut dan warga bersama tim gabungan melakukan pembersihan rumah.
Sementara itu, bencana banjir disertai angin kencang juga terjadi di Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam kejadian ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Proses pendataan dan penanganan dampak masih terus berlangsung.
Di Provinsi Jawa Barat, hujan lebat memicu tanah longsor di Kabupaten Bandung. Debit air sungai yang meningkat mengikis bagian belakang rumah warga hingga menyebabkan amblas. Peristiwa ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia, satu unit rumah rusak berat, dan 10 unit rumah terdampak di dua kecamatan. BPBD mengimbau warga untuk segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan lebat disertai angin kencang masih berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 6–8 Februari 2026.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang bermukim di bantaran sungai dan wilayah perbukitan. Evakuasi mandiri disarankan apabila hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam atau jarak pandang terbatas. Pemerintah daerah juga diminta memastikan kesiapan tanggul, daerah aliran sungai, serta memperkuat sistem peringatan dini berbasis komunitas guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.003
TAGS :