Lingkungan
Bupati Satria Jajal Mesin Pengolah Sampah di TOSS Kusamba, Produksi Minyak dari Limbah Jadi Sorotan
Selasa, 09 Juni 2026 | Dibaca: 1604 Pengunjung
Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra meninjau sekaligus mengikuti uji coba mesin pengolah sampah di TOSS Center Kusamba, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan mesin yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Juni mendatang.
Dalam kesempatan itu, Bupati Satria mendapat kesempatan mencoba langsung proses pemasukan material sampah ke dalam mesin pengolah. Namun usai kegiatan, Bupati menjelaskan bahwa proses tersebut dilakukan hanya untuk kebutuhan dokumentasi dan melihat secara dekat mekanisme kerja mesin. Dalam operasional normal, pemasukan sampah dilakukan menggunakan alat khusus yang telah disiapkan oleh operator.
"Sebetulnya ada alat khusus untuk memasukkan sampah ke dalam mesin. Tadi secara manual hanya untuk dokumentasi dan melihat langsung prosesnya," ujar Satria.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Satria juga mendapat penjelasan mengenai perkembangan pemasangan tiga unit mesin pengolah sampah yang saat ini tengah dirakit di TOSS Center Kusamba. Dari tiga unit mesin yang direncanakan beroperasi, satu unit berukuran lebih kecil telah berhasil menjalani uji coba.
Mesin tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 750 kilogram material dalam satu siklus atau sekitar 10 jam operasi. Hasil uji coba menunjukkan performa yang cukup menjanjikan dalam mengolah berbagai jenis material berbasis limbah.
Dari pengolahan 13 ban bekas berukuran ban truk, mesin mampu menghasilkan sekitar 120 liter minyak. Sementara itu, pengolahan 200 kilogram Refuse Derived Fuel (RDF) menghasilkan kurang lebih 80 liter minyak. Selain minyak hasil dari pengolahan sampah juga berupa karbon hitam yang dapat dimanfaatkan di dunia industri.
Minyak hasil dari pengolahan sampah ini pun bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar mesin pengolahan sampah. Menurut Bupati Satria, hasil tersebut menjadi indikator positif bahwa teknologi yang diterapkan memiliki potensi besar untuk mendukung penanganan sampah sekaligus menghasilkan produk yang bernilai guna.
Selain melihat hasil produksi, Bupati dan Wakil Bupati juga menerima penjelasan teknis terkait mekanisme kerja mesin, kapasitas produksi, hingga sejumlah penyempurnaan yang masih dilakukan sebelum operasional penuh.
Baca juga:
Tutup Pekan Literasi 2026, Bupati Satria Ajak Klungkung Kembali Jadi Pusat Literasi dan Budaya Bali
Kehadiran teknologi tersebut diharapkan mampu membantu mengurangi volume sampah dan meningkatkan efektivitas penanganan sampah di daerah. “Teknologi mesin pengolah sampah ini menjadi satu-satunya di Indonesia dan hanya ada di Klungkung saja. Target bisa beroperasi akhir Juni dan dapat menyelesaikan sampah yang ada di TOSS Center,” tegasnya.
Pemkab Klungkung optimistis seluruh penyempurnaan yang masih diperlukan dapat segera diselesaikan sehingga target operasional pada akhir Juni 2026 dapat terealisasi sesuai rencana.007
TAGS :