Ekonomi

BI Prediksi Penjualan Eceran Bali Bertumbuh

 Minggu, 30 Juni 2024 | Dibaca: 198 Pengunjung

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali G.A. Diah Utari 

www.mediabali.id, Denpasar. 

Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali pada Mei 2024 diprakirakan sebesar 111,5 atau meningkat 0,9% (mtm) dibandingkan bulan April 2024. Hal ini menunjukkan Kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali pada Mei 2024 diprakirakan melanjutkan peningkatan dari bulan sebelumnya 

Menurut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali G.A. Diah Utari kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali masih tetap terjaga atau berada di level optimis (>100). IPR Bali terus dalam tren peningkatan selama 15 bulan terakhir. 

"Dilihat dari Survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi," ujar Diah Utari beberapa waktu lalu.

Diah Utari menjelaskan peningkatan penjualan eceran tersebut didorong pertumbuhan Sub Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi yang meningkat sebesar 6,1% (mtm), Kelompok Barang Lainnya sebesar 4,3% (mtm), dan Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi sebesar 3,1% (mtm).

Bagi Utari, ini juga sejalan dengan beberapa libur nasional dan cuti bersama di bulan Mei antara lain Hari Buruh, Kenaikan Yesus Kristus dan Hari Raya Waisak yang dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata di Bali. 

Selain itu, terdapat kelompok barang yang terkontraksi dan menahan penguatan penjualan eceran, yakni pada Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar -2,6%(mtm). 

"Pertumbuhan penjualan eceran Bali pada periode laporan lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi penjualan eceran nasional yang terkontraksi sebesar 1,0% (mtm), yakni dari 236,3 pada April 2024 menjadi 233,9 pada Mei 2024," papar Utari.

Karena itu pula, untuk menjaga kinerja penjualan eceran dan tingkat konsumsi masyarakat, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali rutin berkoordinasi menjaga stabilitas harga komoditas agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Melalui pertumbuhan ekonomi yang kuat, tentu akan membuat kesejahteraan bagi masyarakat. 012


 

 

 


TAGS :