Peristiwa

BBM Dipastikan Tak Naik 1 April, Wayan Baru Sebut  Isu Kenaikan Buat Cemas Masyarakat

 Selasa, 31 Maret 2026 | Dibaca: 1508 Pengunjung

www.mediabali.id, Klungkung. 

Kepastian tidak adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026 akhirnya ditegaskan. Wakil Ketua DPRD Klungkung, I Wayan Baru, memastikan bahwa harga Pertalite dan Pertamax tetap stabil, sekaligus meminta masyarakat tidak cemas oleh isu kenaikan yang sempat beredar.

Penegasan ini sejalan dengan pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, serta keterangan resmi pemerintah pusat melalui Kementerian Sekretariat Negara yang memastikan tidak ada penyesuaian harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, pada awal April.

“Ini sudah jelas. Pemerintah pusat memastikan tidak ada kenaikan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir atau terpengaruh isu yang belum tentu benar,” tegas Wayan Baru.

Ia menilai, kepastian ini sangat krusial karena isu kenaikan BBM kerap memicu keresahan publik dan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Isu saja sudah bisa membuat harga di lapangan naik. Apalagi kalau benar-benar terjadi. Karena itu, kepastian ini penting agar situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Wayan Baru menegaskan, stabilitas harga BBM merupakan faktor kunci dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri yang biasanya diikuti lonjakan kebutuhan dan mobilitas.

Menurutnya, kenaikan BBM akan berdampak berantai, mulai dari biaya distribusi hingga harga kebutuhan pokok. “Kalau BBM naik, semua ikut naik. Yang paling terasa tentu masyarakat kecil. Jadi keputusan pemerintah menahan harga ini harus kita apresiasi,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah pusat juga memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan mencukupi, serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang tidak terverifikasi.

Wayan Baru pun mengingatkan agar masyarakat tetap bijak dalam penggunaan BBM serta menjaga stabilitas ekonomi di tengah situasi yang dinamis. Dengan kepastian ini, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan normal tanpa tekanan tambahan akibat potensi kenaikan harga bahan bakar.007


TAGS :